MENCINTAI adalah

mencintai adalah memberi cinta
sedangkan dicintai adalah diberi cinta
maka ketika kau mencintai seseorang,
apa yang sebenarnya kau inginkan dari RASAmu itu??
apakah balasan untuk dicintainya ? ataukah
tanpa balasan apapun untuk cintamu apa adanya saja ?

dan ketika sepasang kekasih saling mencintai,
terkadang mereka melupakan DEFINISI awal diatas
bahwa harus ada balas membalas yang IMBANG dalam RASA mereka
padahal tidak akan pernah ADA ukuran yang MUTLAK
untuk mengukur dalamnya rasa yang mereka inginkan

aku telah memberimu sepuluh maka kau harus memberiku sepuluh
apakah seperti itu ??

maka dalam sebuah pertengkaran atau percekcokan diantara mereka
akan terlihat jelas apakah mereka BENAR dalam mendefinisikan CINTA itu sendiri
ataukah benar-benar KELIRU dalam memberi dan menerima cintanya

mencintai tetaplah RASA tanpa syarat untuk sang pujaannya
sedangkan ketika sang pujaan memberi cintanya kembali padamu
maka itu adalah keputusan HAK yang ia tuluskan untukmu
meski hanya sedikit bahkan hampir tak terHITUNG

mencintai itu IKHLAS untuk memberi
dan bukan mengharapkan BALASAN untuk dicintai

mencintai adalah layaknya memberi senyuman pada seseorang yang kau inginkan
kau hanya IKHLAS tersenyum pada bibir dan wajahmu sendiri
dan menahan KEINDAHAN ekspresimu itu dalam sebuah KETULUSAN untuk memberikannya
tidak menghitung apakah senyuman indahmu itu terbalas indah atau sebatas tak mengindahkanmu

apakah senyummu akan terbalas setulus, seindah dan semakna yang kau berikan ?
maka tersenyumlah untuk ekspresi yang membahagiakannya
dimana mencintainya adalah berarti memberi senyuman dan keindahan tulus untuknya tanpa syarat
agar dia NYAMAN dengan segala CINTA dan senyum yang menghiasi wajahmu
agar wajahmu tampak lebih berseri dan tegak untuk menuju kebaikan-kebaikan hidupmu,..

(DAS)

benang dan LAYANG-layang

layang-layang terbang terhembus angin
kita mampu mengendalikannya melalui BENANGnya
namun, ketika terPUTUS dari benangnya,.
layang-layang akan terbang tanpa kendali kita
terbawa angin dan akan JATUH pada sebuah TAKDIR
apakah ia
akan tersangkut di POHON tinggi
ataukah
akan terLENYAP pada lautan LEPAS
ataukah
mampu terkejar kembali
ataukah
terTANGKAP tangan BAIK lainya yang akan menerbangkannya kembali
sudah tertulis pada SURATAN dirinya
meski ia HANYA layang-layang
namun kau mampu merasa KEHILANGAN
karena dia MILIKmu sebelumnya

Ter-PUTUS-nya sebuah HUBUNGAN istimewa itu kadang hadir seperti
"PUTUSnya benang layang-layang kita"

seandainya kita anak kecil yang sedang bermain,
pasti sangat kecewa dan menangis,
tapi kita bukan anak kecil, kita MENGERTI tentang mengatasi ini,
dan kita tidak sedang BERMAIN,
tapi kita masih PANTAS untuk menangis tentang KEJUJURAN ini,
layang-layang dan benang yang tak mugkin menyatu lagi,
tak perlu mencari-cari alasan mengapa terjadi,
jika ini terjadi tanpa terduga bersama takdirnya,
DUKA itu ada karena tak pernah ada keSIAPan,
meski kita sadar,
INI MAMPU datang dan terjadi pada siapapun dari kita,.

merakit layang-layang dan menerbangkannya
ia akan terbang terkendalikan dan PASTI akan kembali diturunkan
atau terJATUHkan oleh KEPUTUSAN takdir
MENGERTI-lah

(DAS)

NAMA BAIK

huruf BRAILLE,
diambil dari NAMA tokoh penciptanya sendiri sebagai tanda manfaat atas keberhasilannya menciptakan huruf tersebut untuk TUNA NETRA

dan apakah kita dengan segala kekurangan ini juga MAMPU menciptakan nama kita untuk manfaat bagi banyak orang lainnya,

sangat BISA jika kau selalu mengusahakannya,
semua orang MAMPU,
dengan apa??
yaitu dengan menciptakan

"NAMA BAIK" kita sndri,.

seseorang yang panjang umur adalah mereka yang NAMA BAIKnya selalu HIDUP diingat oleh banyak manusia-manusia lainnya meski raganya sudah tak ada lagi di dunia ini bertahun-tahun.

(DAS)

MAHKOTA tak berharga

M A H K O T A

sebuah SIMBOL tertinggi untuk kehormatan, kemuliaan dan kekuasaan dalam sebuah KERAJAAN
namun dimanapun kita berada saat ini
peradapan apakah yang telah ada dalam kehidupan kita ?
sejenak melepaskan segala ATRIBUT dunia
inilah KERAJAAN kita, kerajaan KEHIDUPAN

berlari mengejar dunia yang penuh dengan keTINGGIan ADAB di abad ini
entah apa yang akan mampu menjadi NILAI mutlak untuk sebuah KEHORMATAN
kehormatan yang LUAS dengan segala pengertian ISI di dalamnya
manusia yang berbeda dengan RAGAM yang tak mampu pasti terARTIkan keistimewaannya
merekalah MAHLUK sempurna yang sulit untuk direndahkan EGOnya
sekali lagi, manusia adalah cerminan HARGA di kehidupan BUMI milik-NYA

dan kini,.
saatnyalah mereka berlomba-lomba demi mendapatkan MAHKOTA kehidupannya
suatu penghargaan yang mereka harapkan untuk dirinya ternilai LEBIH diantara lainnya
berusaha sebaik mungkin mendapatkan dan membeli sebuah MAHKOTA
untuk dipasangkan dan dilekatkan diatas KEPALA-nya
dan berSUMBAR, "akulah yang PANTAS dan MAMPU mendapatkannnya!"
selayak pertarungan memperebutkan mahkota yang hanya berjumlah SATU dalam sebuah kerajaan
dan siapapun yang akan memakainya-lah yang berhak menyandang sebutan seorang RAJA
apakah seperti ITU ??

buatlah KERAJAAN sendiri untuk mampu kau kuasai dan kau hargai kemulyaannya
kau MAMPU menciptakan KERAJAAN dan MAHKOTAmu sendiri
dimana DUNIA akan selalu MAMPU mengenali dan menerawangmu dimanapun kau tersembunyi

kerajaan sendiri ? MAHKOTA sendiri ? seperti apa,..
cobalah berpikir sejenak tentang HARGA DIRImu sendiri,.
jika MAHKOTA terletak di KEPALA,.
tanyakan pada dirimu sendiri,..
sebenarnya, organ apa yang paling kamu TINGGIkan?
apakah KEPALAmu??
yang berisi OTAK pintarmu?

jika "iya" maka carilah MAHKOTA yang kau anggap bisa menghiasi KEPALAmu
dan semua orang / siapapun saja mampu MELIHAT dan terpana dengan ITU
atau bahkan mereka akan berlomba ingin mencurinya darimu,.
bagaimana ?? apakah kau akan PUAS ? menjadi yang terPUSAT,.
puassss??? dimanakah letak puas itu sebenarnya ??
apakah ada dalam KEPALA berMAHKOTA itu,..??

bukan !! PUAS itu rasa,.
PUAS itu tak mampu diperlihatkan saja,.
dan itu hanya ukuran RASAku saja,
dimana letaknya?? dimana ??

kau bingung bertanya pada dirimu sendiri,
saat itulah kau menemukan jawaban yang tak mampu kau utarakan,
hanya kau simpan dan tanpa terungkapan,
dimana ??
kau menyimpannya di suatu tempat yang tak akan mampu terdeteksi orang lainnya
tempat yang paling AMAN untuk menyimpan segala HAL yang berHARGA,,.

apa ? dimana ?
ya!!! disini,.
H A T I ,...
di dalam HATI !

maka,.
jika MAHKOTA itu sangat berharga dan tak ingin terCURI orang lainnya,
aku harus menyimpan dan menjaganya disini,.
di H A T I,.
aku akan memberikannya dan memakaikannya disini,.
di H A T I,.

dan seperti apakah MAHKOTA yang akan kau berikan pada HATImu ?
apakah SAMA dengan MAHKOTA berlian, mutiara dan emas lainnya ?
tidak, mahkota ini adalah terMAHAL untuk terjaga,
tak berHARGA dan justru tak berNILAI berapapun juga,
tak ada BATAS harga dan nilai untuk sebuah MAHKOTA ini,.

"M A H K O T A    K E B A I K A N"


(D.A.S)

BINTANG itu JAUH dan TINGGI

mengapa semua mata hanya terpesona dengan BINTANG itu,..
mereka JAUH mereka jauh sekali,.
apakah kau sadar itu,.???

mereka INDAH dan mereka indah sekali,.
kau tahu kenapa mereka INDAH,..???
itu karena mereka JAUH jauh dan J A U H ,.....!!
apakah seperti itu suatu keindahan terlihat dengan MATA,.
hanya INDAH jika letaknya jauh,..
bagaimana jika DEKAT  ??

sekali lagi sudah ku bilang bahwa BINTANG itu jauh,.
bintang itu benda langit yang mampu mengeluarkan CAHAYA sendiri,
kau TAHU dan belajar tentang ilmu BINTANG,.
ASTRONOMI,..
kau tahu bentuk aslinya seperti apa,..
cahaya indah aslinya seperti apa,..
dan ketika ia JATUH,..
layaknya meteor dan benda langit lainnya,.
bayangkan ! dia yang kau puja-puja keindahannya benar-benar datang menjatuhimu,..
atau kau mendekat kepada BINTANG itu,..
kau pasti terbunuh,..
kau pasti terpanggang,..
dan,,..
tak lagi mampu menikmati keindahanya,..
apa kau akan berkata bahwa kau akan MATI dengan keINDAHan yang kau puja,.??

BINTANG,.
dia hanya INDAH untuk terlihat jauh semata,
karena hanya dia yang mampu memperlihatkan CAHAYA saat gelap di MALAM,
siangpun dia menjelma sebagai MATAHARI
bintang KEHIDUPAN yang jauh,..

selayaknya bintang,..
ini hanya ANGAN jiwamu yang RAPUH akan sebuah KEINDAHAN nyata
KERINDUANmu pada sesosok CAHAYA dalam gelapmu berimajinasi
nyatanya kau hanya MEMBUAI organ mata, hati dan pikirmu saja

"tak perlu berpikir tentang ILMU alam saat ini saja", itu katamu,..

aku hanya ingin menikmati RASA yang LELAH dengan cahaya silau MENYEMU
bagai cahaya yang berkedok dunia keFANAan saja,
aku hanya ingin REDUP dan tenggelam pada sang BINTANG yang jauh saja,
ya !! yang JAUuuuHHH saja,.
dan itu KEJUJURANnya berada,

BINTANG itu JAUH,..
seperti keinginan yang JAUH untuk kudekatkan dalam RASA,.
aku dan apapun keinginanku mampu kuraih dengan jalanku meRASA,.
hanya aku yang menikmatinya,.
seperti CARA dan INGINku menikmati bintang itu,.

BINTANG itu tinggi,.
kuartikan ini adalah KEBAIKAN sang PENCIPTA
karena DIA menghadirkannya JAUH disana
dan itu adalah KEBAIKAN sang PERASA
merasakan ARTI yang termakna TINGGI adanya
sejauh dan setinggi BINTANG itu terTATA
dan HANYA sang PERINDU yang mampu menguraikan MAKNAnya,.
JAUH dan TINGGI untuk diraih
JAUH dan TINGGI untuk terNILAI


untuk sang BINTANG yang jauh dan tinggi,..
ada beribu kata mutiara menggambarkanmu, namun,..
untukku,..
ijinkan aku mengartikanmu seTINGGI angan dan RASAku sendiri,
maafkan jika akupun akan meMAKNAimu JAUH dari tempatmu berada,.

seindah angan dibuai sang BINTANG dalam kehidupan
siang dan malam
MATAHARI untuk siangmu
BINTANG untuk malammu
jika bertukar TAKDIRku, aku bersedia menjadi MEREKA
maka,.. bagiku,..

ketika ORANG BAIK menutup mata di dunia ini,
dia akan menjelma menjadi BINTANG yang menghiasi ribuan MANFAAT dalam kehidupan
dan ketika,..
aku melihat BINTANG jatuh,
maka terarti bahwa telah terLAHIR kembali ORANG BAIK ke dunia ini,

JAUH dan TINGGI untuk diraih
JAUH dan TINGGI untuk terNILAI



aku ingin menjadi BINTANG dalam kehidupan MAKNAku,.
ORANG BAIK
itu saja,..

(D.A.S)

MAAF untuk sebuah KESALAHAN

sejenak untuk sebuah kesalahan,

"HATI adalah sesuatu milik manusia yang paling BERHARGA,
maka kesalahan terbesar adalah menyakiti HATInya"

dari kata-kata inilah aku menarik sebuah kebijakan bagi diriku sendiri,
BAHWA,..
segala kesakitan HATI ini adalah KESALAHAN diriku sendiri
yang memasukkan dan mengijinkan hal-hal itu menyakiti hatiku,

akan kuMAAFkan segala kesakitan dari berbagai KESALAHAN
tanpa aku pedulikan siapa dan darimana kesalahan ini berasal dan mendatangiku,
akulah yang tetap meminta maaf pada semuanya,
terutama pada HATIku sendiri,


maaf atas diriku sendiri,
menangis untuk kesalahanku pada HATI yang tersakiti
maka AIR MATA inipun adalah AIR SUCI dari tubuhku untuk menebus KESALAHAN ini

berterimakasih kepada orang-orang yang memberiku LUKA di hari kemarin,
tak lain karena mereka lah aku menemukan IKHLASku pada BIJAK hati,
ini bukan keMUNAFIKan, ini hanyalah sebuah KESADARAN diri
menyadari bahwa semua akan kurubah menjadi seribu KEBAIKAN hikmah,
takkan pernah ada BATAS untuk sebuah kesakitan yang berSAMBUNG,
cukup sampai kata "MAAF" untuk diriku sendiri yang akan MAMPU mengakhiri semuanya,


sekilas tentang kata "MAAF",..

MAAF,.
kata ini mudah diucapkan oleh siapapun juga,
namun apakah tak disadari bahwa kata ini tidaklah begitu berPENGARUH tanpa,..
sang pemberi MAAF menerima kesalahan yang ada pada dirinya sendiri,.
terlihat aneh jika kau tak mampu MEMAHAMI kata-kata ini,
bahwa,..
siapapun dan apapun yang menyakitimu itu akan kau simpan dalam HATImu
dan siapa yang mampu mengeluarkan RASA sakit di HATImu itu?
tak lain adalah dirimu sendiri,..
maka minta maaf segalanya pada dirimu sendiri 
atas HATImu yang tersakiti,.

Aku bahagia karena segala KESALAHAN yang datang padaku telah aku keluarkan dari HATIku
HATI yang penuh dengan segala MAAF ini pun kembali SUCI bersama keIKHLASan berbagi
membersihkan HATI dari segala kesalahan yang menyakiti
untuk meNYAMANkan diri pada segala KEBAHAGIAN yang tak terhingga,.

(terimakasih dan MAAF tulusku untuk keluarga, sahabat, kerabat dan semua orang yang berada SINGGAH dalam kehidupan INDAHku)

Kesalahan yang dilakukan orang lain terhadap kita nantinya akan menjadi kesalahan kita juga jika kita tak mampu memaafkannya

(DAS)

PENYANYI

aku adalah seorang PENYANYI,
meLAGU dengan musik yang membuai TELINGA,
menyunggingkan SENYUM manis yang terwujud SUARA merdu berlirik,
BERAKSI diatas ketakjuban mata dan goyangan mereka,
hanya bernyanyi dan menari,
hanya berhias dan menggoda
hanya merayu dan melagu,
hanya aku yang tertuju pada peran penting ini "M E N G H I B U R"

panggung itu tinggi dan besar,
jangan bermain-main jika kau tak ingin jatuh dan terlempar,
aku akan menjadi BINTANG diatasnya,
aku akan menjadi penCERITA diatasnya,
dan aku akan mengundang segala RASA diatasnya,

biarkan penonton mengagumiku,
yang mereka tahu aku adalah SEGALAnya,
yang mereka mengerti aku adalah SENYUM kekagumannya yang tak berBATAS,

jangan kuatir dan gelisah,
ini hanya sementara dan sesaat saja,
karena aku sendiri juga butuh EMOSI kejujuranku,
karena aku sendiri juga butuh ada dalam keBISUanku,

sembunyilah di belakang PANGGUNG,
dan LUAPKAN segala emosi kejujuranmu disini,
aku mampu menangis disaat menjadi diriku sendiri,
aku mampu bersedih disaat menjadi diriku sendiri,
bahkan aku mampu LUPA dengan syair yang kunyanyikan sendiri,

dan SATU hal yang harus kau akui padaku,
bahwa aku mampu berpura-pura menghiburmu,
namun kau takkan pernah mampu jujur untuk menghiburku,.

(D.A.S)

BUDAK RASA

Budak RASA,...
ya ! manusia adalah pemilik dari RASA itu sendiri,
namun mereka memuja RASA nya sendiri dan bertindak selayaknya teRAJAi,
berusaha mewujudkan apa yang menjadi RASA dalam HATInya dan dirinya,
segala yang telah ADA padanya, tersaji didepannya dan ia pun meRASAkannya,
dia menikmati apapun yang terhidang untuknya,
meski tak sanggup mengerti bahwa,..
"PORSI rasa yang nikmat itu datang dan pergi mempermainkannya"

kenapa terhidang?
bukankah ia mampu mengusahakan hidangan yang nikmat menurut keinginannya?

tidak semudah itu, karena kau bukan RAJA,
tidak segampang itu karena kau bukan RATU,
karena kau hanya pencari RASA saja,
sedangkan sesekali kau mendapatkannya,
beberapa kali itu juga segera berganti oleh RASA lainnya,
mengapa BEGITU ??
karena,..
mereka selalu berada dalam dalamnya peRASAannya dalam BUDAK rasanya,
pahit, manis, asam, asin, bahkan TAWAR,..
sedih, senang, khawatir, gelisah bahkan HAMBAR,..

hai, sang perasa,..
apa yang kau RASA akan mampu terungkap dengan BAIK hanya pada dirimu sendiri,
apa yang kau rasakan akan kau wujudkan dalam kehidupanmu sendiri,
yakin bahwa kau telah menemukan dunia rasa nikmatmu yang berNYAMAN,
tidak PEDULI itu benar-benar NYATA atau SEMU,
kau menikmatinya, menikmatinya, dan menikmatinya,..
siapapun tak berhak PEDULI,

hai, sang peRASA,..
jangan kau jelaskan seberapa BESARnya alasanmu mempertahankan RASA itu,
itu takkan mampu kuRASAkan,
karena akupun lelah berjalan dengan RASA yang kupertahankan,
aku menikmatinya, aku menikmatinya, dan aku menikmatinya,..
siapapun tak BOLEH mengusikku,

kau dan aku adalah BUDAK dari RASA itu sendiri,
akan kau pilih rasa yang ingin untuk kau rasa,
akan kupertahankan rasa yang nyaman untuk kurasa,

kau dan aku - mereka hanya HIDUP untuk menjadi BUDAK RASA,

lihatlah kehidupan dia yang tak pernah SAMA dengan yang lainnya,
pikirkan keputusan dia yang tak pernah BISA untuk kau putuskan,
mengertikan perjalanan dia yang tak pernah mampu kau pahami tujuannya,
jelaskan keinginan dia yang tak pernah sanggup untuk kau terjemahkan ujungnya,

apakah dia BAHAGIA ?
itulah pertanyaan yang tak mungkin kau MAMPU menjawabnya,

KAU hanya berat pada RASAmu tentang kehidupanmu,
begitu juga DIA selalu JATUH pada RASA yang ia tetapkan berjalan pada KEHIDUPANnya,

biarkan aku berjalan dengan segala RASA yang aku nikmati,
dan bebaskan RASA yang kau ingin terbangkan,

RASA terasa berasa merasakan perasaan RASA

HATI telah menampung dan memelihara RASA untuk dijadikan ACUAN
dalam segala KEPUTUSAN hidupnya

maka kemanapun perjalanan HIDUPmu
adalah GAMBARAN dari keputusan RASA yang kau AGUNGkan
the feeling is yours
that's the life of yours
go on together with what you feel


BERJALAN bersama RASA
si BUDAK RASA,..
dan ketika aku menuliskan RASA ini,
apakah kau menyetujuinya?
dan sang PERASA akan mampu menjawabnya,..


(D.A.S)

BIDADARI PUTIH

ratu sejagat itu melenggok dengan penuh PERCAYA pada kebanggaan diri,.
karena dia memang LAYAK untuk tersaji pada penglihatan-penglihatan yang terMAKNAi
keCANTIKan-nya, kePRIBADIan-nya, dan pengeTAHUan-nya,
senyumnya mengembangkan SAYAP sang pengagummu,
menerbangkan SIULAN irama angan yang tak hanya berUJUNG pada MAKNA pesona,
terlukis BIDADARI yang tak pernah cukup tergambar keINDAHan dan keDAMAIan yang ditebarkan dan digambarkan dengan MUTIARA kata emas sekalipun,
kau mampu memberi NILAI pada HATI sucimu,
seperti penari SURGA melambaikan selendang magnetnya,

entah dengan CARA apa dan bagaimana kau PANTAS menikmati keindahannya,


lihatlah dia mengajakmu MENARI
liriklah dia memainkan HATImu berlari menghampiri
biarkan tangannya menyentuh jantungmu
merasakan degupnya yang kau sadari sedang tak menentu
kau tak sanggup lagi menolaknya
karena kau sudah tentu menginginkannya

kau tersenyum dan menatapnya penuh harapan
mulai berani melawan getaran HATImu yang terlemahkan
akhirnya tenggelam pada sang PESONA maya
karena dia hanya menggodamu semata
karena dia hanya ada dalam SURGA saja
dan kamu berada pada dunia fana penuh DAYA,..

(D.A.S)

tentang CINTA dan kedamaian

keJATUHan ini sampai nanti terekam dalam sebuah RASA yang mustahil musnah, karena secara kebetulan jalan pun tak semudah dalam RASA, jika nyaman dengan keinginan HATI maka apakah tidak BOLEH mempertahankan ini untuk mendamaikan PERANG antara HATI dan LOGIKA,
tentang CITA dan CINTA yang tak selalu beriringan, jatuh pada pilihan SULIT ditempuh,
semoga ia selalu KUAT pada BAHAGIAnya,.
(tulisan diatas adalah isi status facebook-ku yang mengawali terbongkar dan terbacanya RASA ini)

tentang CINTA yang terbalas,.
aku tak mengerti tentang RASA ini,
atau RASA lah yang tak MENGERTI tentang ini,
aku bahagia untuk hatiku saja,
tapi terlarang untuk menuju pada ungkapan sebenarnya,

akan ada CINTA yang tertinggal disini,
cinta yang terBALAS bersama PERBEDAAN nyata,
dan tak akan pernah SAMA meski berada diujung sang kala,
karena ia hanya mampu bersarang di 2 HATInya saja,

apa seperti inikah yang ternama sebagai CINTA itu sendiri ?
yang tumbuh dari kebaikan keputusan HATI semata dan bukan dari kenyataan lainnya,

untuk sebuah CINTA yang terbentuk dan terbalas,..
biarlah ia TERBANG seperti ELANG,
mengikuti arah kemana warna ABU-ABU tebal itu ber-arak pergi,
berIRINGAN jauh bersama awan tinggi berjalan RINGAN,
dan angin pun akan mengalihkannya menuju ke suatu TEMPAT,
ia akan berhenti pada sebuah MUSIM,

ya ! ia jatuh bersama HUJAN itu sendiri,
air SUCInya mampu memberi keIKHLASan manfaat bagi kekeringan BUMI,
terserap akar-akar pepohonan untuk mendarmakan TUGAS mulianya,
akan terMINUM ribuan mahluk hidup lainnya,

hujan jatuh untuk memberi arti KEHIDUPAN yang tumbuh,
Lihatlah ! bunga itu MEKAR dengan indahnya,
Lihatlah ! burung itu bernyanyi dengan merdunya,
MEREKA mengucapkan "terima kasih" pada CINTA yang terberi,
dan aku MENGERTI dari proses ini,

ELANG dan sang HUJAN akan beriringan kembali,
mengepakkan SAYAPnya menjauh,
terbang dan berCENGKRAMA di balik awan KELABU,
melanjutkan PERJALANAN terbaiknya,

aku lambaikan tanganku untuk sebuah HARAPAN tinggi,
seperti MIMPI yang ia bisikan sebelum pergi,
ia ingin menemukan KEDAMAIAN jiwanya,
yang akan menemaninya bernyanyi di alam SURGAnya,

ya ! dia terbang dengan SAYAP kembangnya,
dan aku hanya menatapnya bersama tangan yang aku sentuhkan tepat dijantungku sendiri,
aku tidak akan membisikkan sesuatu dengan mulutku,
namun cukup dengan merasakan detak jantungku saja,
kurasakan masih bergetar gelisah,
seperti ingin melayang bersama sang ELANG,
aku mendekapnya dan kupejamkan matanya,
kuterjemahkan kata-kata halusnya,
"relakan dia bersama KEDAMAIAN impiannya,
yakinlah dia BAHAGIA bersama HATImu disini,
dia akan berDAMAI bersama mimpi dan CINTAnya"

CINTA itu tersenyum untukku, meski segala harus bersemi dan berakhir pada perbedaan itu sendiri,
bukan kesedihan yang tumbuh disini, tapi sebuah kasih sayang yang meLAGUkan nyanyian kedamaiannya,
aku bahagia memiliki hatimu, dan aku sangat damai mempunyai kebaikanmu,
cinta tidak harus memiliki, tapi aku memilikinya,
aku memilikinya bersama hati dan kebahagiaan RASA,
itu akan abadi bersamaku dan bersamamu,
sampai jumpa, mungkin TAKDIR lain akan mempertemukan kita pada CINTA terbalas diantara perSAMAan nyata lainnya,.
aku menyayangimu,..

(tulisan ini aku kisah nyatakan untuk sebuah CINTA yang harus mengalah pada perbedaan keyakinan itu sendiri, semoga kita mampu mengerti tentang segala perbedaan nyata yang telah SANGGUP menumbuhkan cinta ini diantara lekang waktu-Nya)


teruntukkan seseorang ber-ELANG bagiku
satu pesan INDAHnya yang selalu akan kuabadikan disini,
"Maaf untuk setiap salahku & Terimakasih untuk segala kebaikan yang tlah terberikan"
"I realize love's just ain't enough"
[Petrus Canisius Eka Widia Nugraha]
(Ophet)
 


lagu ini yang mampu melantunkan segalanya,..

BURUH migran BURUH kehidupan

(kupersembahkan TULISAN ini untuk teman-teman TKW/TKI, terutama mereka yang bekerja dibidang informal (caretaker ataupun pekerja TLRT) dimanapun berada)

disini aku uraikan sedikit tentang sahabat - sahabat TKI / TKW..
tak banyak lagi terpikir KEBAIKAN dari beberapa telinga yang mendengar sebuah pekerjaan sebagai TKW / TKI
entah apa yang tergambar pada pekerjaan INI ?
rendahkah? tak berkelas kah? atau bahkan pekerjaan yang sungguh tak mampu terambil NILAI manfaat lainnya selain besarnya NILAI $ dolar itu sendiri


"kau tak akan mampu TAHU dan mengerti tanpa kau sendiri MENGALAMI langsung, tentang BERAPA HARGA suka duka bersama MEREKA serta MANFAAT berada ditengah PEKERJAAN ini"

beberapa orang menganggap ini pekerjaan yang PANTAS bagi orang-orang yang terbuang KEHIDUPANnya. Bukan semata-mata karena terbuang oleh KERASnya hidup, namun juga terbuang karena minimnya keahlian dan pendidikan mereka untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih BAIK di tanah air. Beberapa orang menganggap mereka RENDAH dari banyak segi, termasuk derajat sosial dan tingkatan pekerjaan yang dilakukan. Saya menjumpai banyak anggapan buruk tentang status TKW dari beberapa orang yang berada dalam kehidupan BAIK dan mapan, memaklumi ini karena memang kehidupan TINGGI dan berkecukupan kadang tak mampu EMPATY terhadap mereka. Memandang TKW apapun pekerjaan yang dilakukannya di negara lain adalah pekerjaan yang berARUS kurang baik. Sempat beberapa waktu lalu saya chat dengan mahasiswa, bertanya tentang pekerjaan saya, herannya dia bukannya percaya tapi malah seolah mencurigai pekerjaan saya, ck.ck.ck. betapa PENDEK dan rendahnya pikiran baik mereka pada sebuah status pekerjaan TKW ini. Bahkan beberapa waktu lalu saya sempat chating dengan seseorang yang baru saja kenal lewat facebook, dia kaget ketika mengetahui saya TKW, dan langsung bicara dengan sangat kasar dan menyinggung sekali. Dia mengatakan bahwa TKW/TKI adalah pengkhianat bagi bangsanya sendiri, bekerja untuk negara lain, dan tidak mempunyai nasionalisme tinggi. Belum sempat saya membela diri saya, dia sudah mematikan chat-nya dan saya dihapus dari daftar pertemanannya. Saya menghela nafas panjang dan berusaha menenangkan diri, teringat akan segala hujan tangis yang saya alami dan saksikan sendiri dengan mata kepala dan telinga saya mendengar KELUHAN kehidupan dari sahabat TKW /TKI dahulu. Kehidupan tragis bahkan sangat diluar dugaan perihnya BEBAN mereka, apakah harus MENERIMA dengan segala gunjingan BURUK tentang pekerjaan yang JUJUR sangat TERPAKSA dilakukannya. Siapa yang mau jadi buruh migran? siapa yang mau PEDULI dengan nasib dan kelaparan kehidupan mereka?
untunglah hanya saya yang mengalami hinaan langsung waktu itu, meski saya juga sebisa mungkin mengendalikan EMOSI sejenak untuk tidak berontak dan mengeluarkan kata-kata yang tidak pantas untuknya. Hanya SATU yang saya mampu panjatkan DO'A untuk para prasangka rendah terhadap para TKW / TKI ini, bahwa semoga TUHAN tidak mengutuk kehidupanmu sehingga semua sanak saudaramu tidak berada dalam pekerjaan yang kau anggap RENDAH dan tak berKELAS ini.
Dan kupanjatkan do'a ini karena TUHAN telah mengutukku kedalam sebuah jatuhku pada KEHIDUPAN yang KERAS dan memaksaku menjalaninya tanpa INGAT bahwa aku pernah SOMBONG juga untuk tidak menolehkan pandangan akan melakukan pekerjaan TKW /TKI ini.


aku tidak lagi menundukkan kepala tatkala melihat dihadapanku beratus-ratus TKW/TKI dengan warna-warna latar belakangnya. Tak mampu kuungkapkan satu per satu KERASnya kehidupan mereka diatas KETERBATASAN pola pikir bahkan kemampuan EMOSIONAL yang hanya mereka dapatkan dari benturan-benturan KERAS problematika HIDUPnya. MEREKA sangat LUAR BIASA tangguh berada dalam USAHA menuju HARAPAN yang terTINGGInya memperbaiki kondisi kehidupannya meski harus berani mengambil RESIKO besarnya. Siapapun TAHU pasti dan sangat MENGERTI bahwa semua yang datang dan berada DISINI (tempat penampungan TKI/TKW) bukanlah orang yang sedang berkeadaan BAIK dalam kehidupannya. HIMPITAN berbagai masalah hidup yang SANGAT tidak SEPELE untuk sekedar mencari kata "UANG" semata. BERANI mengambil segala RESIKO besar untuknya berkonsekuensi pada keputusannya melangkah maju dan jauh, meski harus menyerahkan NASIB sebagai taruhannya.


aku gambarkan sebuah candaan kecil diantara pertemuan mereka dalam PENAMPUNGAN para TKI/TKW.
seorang GADIS manis itu baru 2 hari datang dari luar kota, tak terlihat BAHAGIA dalam wajah gelisahnya. Saat para TKW bercerita dan berkenalan tentang kehidupan-kehidupannya, dia pun tak langsung membuka dirinya untuk ADA bersama KISAH-kisah mereka. Dia lebih DIAM menjadi pendengar dalam seribu penerjemahan, memasukkan rasa EMPATInya. Tiba-tiba dia TERTAWA terbahak-bahak tanpa sebab. Semua temannya menatap HERAN kepadanya, seraya menanyakan apakah yang membuatnya MAMPU tertawa LEPAS setelah beberapa hari tanpa senyum sama sekali.
Diapun berkata,"aku tertawa bahagia setelah mendengar segala masalah-masalah kalian. Ternyata jauh lebih BERAT dibanding permasalahanku yang menurut pikir dan RASAku adalah yang terbesar untuk kupikul."
Disinilah dia bertemu tentang KEKUATANnya kembali. Mengenali dirinya sendiri diantara para NASIB-nasib malang orang-orang lainnya, dan selalu masih terucap kata "BERUNTUNG" untuk sebuah KEBAIKAN dari keikhlasan mereka menjalani kehidupan. Dia bukan satu-satunya orang yang mengalami serta berada dalam sebuah JURANG kehidupannya yang dalam.

Aku telah memutuskan kebulatan tekadku bersama segala PIKIRku sendiri untuk berada diantara mereka. Sebuah langkah yang tak pernah tersadar bahkan terBERANIkan dari seorang seperti AKU. Kehidupan ini telah memaksaku memilih dan mengambil jalan ini meski masih ada untukku menoleh diantara pilihan yang jauh lebih baik daripada ini, dan nyatanya kujatuhkan pilihan terburukku sebagai TKW meski tanpa persetujuan orang-orang terpentingpun. Kuanggap ini adalah petunjuk TUHAN untukku berusaha MERASAkan sisi kehidupan lain disini, masuk dan mempelajari MEREKA dan mengesampingkan segala yang ada pada diriku sejenak. Aku benar-benar ingin ADA bersama mereka, meski pada nyatanya aku memang benar-benar ADA diantara kegelisahan yang SAMA bersama mereka.
Tiba-tiba aku dihadapkan pada pemikiran tentang LOGIKA dan segala hal irrasional yang berPERANG disini, tatkala aku ketahui sebagian besar dari mereka mempercayakan nasibnya pada "orang pinter" (dukun) atau kyai yang mendo'akan mereka agar cepat mendapat pekerjaan di negara tujuan sehingga tidak terlalu lama menunggu di PJTKI. Aku sempat terhanyut sejenak ketika ku jumpai diriku sendiri tanpa ada DUKUNGAN bahkan kekuatan lain selain PERCAYA pada HATI dan nasib baikku pada DO'A apa adanya. Sekali lagi ternyata tak pernah mudah untuk BERADA dan MASUK diantara mereka ketika terbongkar siapa aku yang sebelumnya seorang guru atau setidaknya mempunyai derajat sosial lebih tinggi dibanding mereka. Menjadi gunjingan bahkan prasangka atas dasar keCEMBURUan. Aku sama sekali tidak bangga untuk diunggulkan diantara mereka karena ternyata aku justru SULIT masuk dan diterima mereka apa adanya, dan dengan segenap rasa MAAF ku untuk segala atribut yang dipercayakan padaku dan harus kulepaskan sementara. Menyatakan bahwa keadaanku sangat tidak jauh berbeda dengan mereka. Sekiranya TUHAN sedang menghadirkanku berada dalam JURANG yang tak mampu terukur dalamnya bersama masing-masing dari mereka.
Namun tak ada NILAI lebih untuk siapapun manusia terukur dalam derajatnya disini, meski teranggap sebagai kelas rendahpun toh pekerjaan yang kami lakukan adalah HALAL adanya. Bagi TKW / TKI, kami tidak mengambil PEDULI dengan apa dan siapapun dari kita dan tidak menganggap sebuah KELAS bahkan asal usul dari masing-masing kita, karena PASTI !! berada di sebuah PENAMPUNGAN TKI adalah tempat dimana seseorang mendapat HIMPITAN problematika TINGGI, dan tidak ada seORANG pun yang mau ketempat itu tanpa ALASAN jelas jika tidak mau dikatakan "KESASAR" saja. Disini adalah TEMPAT awal kami mengadukan segala keRESAHan yang meninggi pada tekad BAIK demi meneruskan HIDUP dan NASIB dibalik keMALANGan kami !

DO'A dan ZIKIR itu benar-benar nyata dan KUAT sebagai USAHA spiritual
Tiba-tiba keTAKUTan luar biasa menghantuiku tatkala dengan CEPAT dan MUDAH aku mendapatkan pekerjaan di Taiwan sebagai BURUH pabrik pakaian. Mengingat aku adalah PEMULA tanpa pengalaman bekerja di luar negeri, tak sedikit para TKW cemburu dengan pekerjaan ini. Namun sekali lagi prosesku berjalan CEPAT dan entah kenapa PERASAANku tidak menentu pada sebuah keGEMBIRAan atas pekerjaan yang mudah dan banyak diingini TKW ini. Aku terfokus pada segala RASA yang tak mampu kujelaskan tepatnya tentang ketidak yakinan tentang pekerjaan ini, apakah ini terbaik untukku ataukah hanya akan menggoda kebaikanku? teringat dengan USAHA mereka berDO'A pada dukun dan kyai, aku menimbang-nimbang NASIBku dengan mereka yang prosesnya lebih LAMA bahkan lebih berpengalaman daripada aku tapi nyatanya aku lebih BERUNTUNG. Tidak ada yang bisa aku lakukan untuk membuatku tenang selain berDO'A dan ZIKIR setiap malamnya. Mengharap KEBAIKAN dari pekerjaanku nanti meski hanya menghitung hari saja aku sudah akan berangkat BEKERJA di Taiwan. Aku tak mengerti dalam tentang belajar AGAMA Islam, namun entah darimana dorongan itu, sejak kuinjakkan kakiku di PJTKI itu, setiap malamnya aku berZIKIR menyebut beberapa Asmaul Husna dan zikir "Allah" 5000x. dan itu benar-benar kulakukan setiap selesai sholat 5 waktu dan malam sebelum tidur. Keajaiban pun datang padaku, tiba-tiba keberangkatanku digagalkan, dan aku kehilangan pekerjaan yang terlihat menarik bahkan sudah tertanda tangani kontrak. Betapa LEGAnya rasaku pada saat itu, meski banyak dari mereka bilang aku "GILA" gara-gara tidak terlihat SEDIH kehilangan pekerjaan menarik itu, tapi malah terlihat BAHAGIA. Inilah NALURI irrasional yang aku percayakan pada TUHAN pemberi jalan KEBAIKAN untukku, percaya pada ISI do'a yang kupanjatkan saat itu "semoga Tuhan memberiku pekerjaan yang baik dan sesuai dengan kemampuan yang aku miliki". Disinilah keyakinanku hadir bersama kekuatannya. Aku kehilangan kesempatan baik namun Tuhan memberiku peluang lain yang lebih baik, sangat ku syukuri karena aku bekerja diantara orang-orang BAIK di Taiwan, bekerja pada seorang Boss yang telah menganggapku sebagai anak gadisnya sendiri. Ini adalah kisah nyataku dan dari sinilah aku PERCAYA dengan seribu Do'a diiringi ZIKIR tulus yang terUCAP dari HATI dan keyakinan kita sendiri dan tidak pada KEKUATAN lainnya. Dari inilah aku PERCAYA bahwa DO'A dan zikir (bagi agama Islam) sangat mujarab jika kita mau melakukannya sendiri dan bukan semata-mata hanya mengandalkan bantuan DO'A dari kyai atau dukun sekalipun.


Seperti masih JELAS dalam seribu ingatan tentang siapa saja diantara MEREKA di PT dengan segala tindak tanduk prilakunya, benar-benar tergambar JELAS pada peruntungan NASIBnya berada di negara tujuannya. Berita buruk dan segala kejanggalan seperti AZAB bagi nasib mereka masing-masing. Sekali lagi aku sangat JATUH dan PERCAYA pada kekuatan TUHAN yang MAHA segalanya. Bahkan dukun manapun tak akan MAMPU bertanggung jawab ketika hal buruk terjadi pada mereka, seperti banyak yang kita saksikan dalam berita TV dan media lainnya bahwa beberapa TKW/TKI mengalami perlakukan buruk dan bahkan berakhir dengan kematian ataupun cacat permanen pada tubuhnya. Tidak ada yang mampu terketahui pasti tentang sebuah NASIB ataukah peruntungan dibalik usaha dan do'anya.


berita tentang segala BAIK dan BURUK tak mampu terambil UKURAN, karena nyatanya manusia hanya KUAT pada kekuatan untuk bertahan pada KEBAIKANnya dan bukan pada KUASAnya hadir sesuai harapannya. Permainan NASIB ataukah hanya konsekuensimu terhadap RESIKO jalan yang kau tempuh???


sebagian dari mereka PULANG tinggal nama penuh tangisan,..
sebagian dari mereka HIDUP berfoya-foya tanpa TUJUAN,..
sebagian dari mereka tergoda dan masuk dalam keingkaran KODRATnya,..
sebagian lagi tak mampu tersorot karena terlalu dalamnya perjuangan mereka pada sebuah pekerjaan yang tak lain adalah PENGABDIAN-nya pada kehidupan itu sendiri

mereka tetap konsentrasi pada pekerjaannya saja ataukah sembari menikmati kebebasan diri menikmati kehidupan lain yang jauh dari segala kepenatan hidupnya di tanah air
BURUH MIGRAN tetaplah ternilai sebagai BURUH KEHIDUPAN yang mereka jalani untuk ternilai sebagai PAHLAWAN atau justru sebagai musuh dalam kehidupan awalnya

 
seorang gadis 29 tahun, single, telah bekerja di Singapura 6 tahun, di Taiwan 5 tahun lebih. Aku bertanya tentang kehidupannya mengapa masih lajang dan terus merantau mengingat sudah terlalu lama dia berjuang diluar negeri. Jangan beranggapan dia tak punya cita-cita, jangan menganggapnya dia hanya menikmati kehidupan dunia luar negeri yang serba NYAMAN dibanding kehidupan tanah air. Selalu ada KISAH tersembunyi untuknya IKHLAS disini. Dan kuceritakan tentang segala HIMPITAN kehidupannya, tentang bapaknya yang hanya tukang becak, tentang kakaknya yang selalu membuat masalah keluarga, tentang semua hasil payahnya yang berhasil dia wujudkan dalam sebuah bangunan RUMAH yang ditinggali semua anggota keluarganya, bahkan tak ada guna juga ketika sang kekasih hatinya mengkhianatinya setelah mengetahui ia dan penghasilannya habis ludes buat keluarganya saja. Tidak ada yang menerimanya dengan apa adanya ia selain senyumnya yang masih terLUKIS menggambarkan KETABAHAN dalam BERUSAHA. Dia masih tetap SENDIRI mendalami perannya yang belum berujung pada HARAPAN masa depan BAIKnya semata. Dia dengan segala kekurangan dan pengabdiannya sebagai pahlawan keluarga, pahlawan kehidupannya dibalik perannya sebagai pahlawan devisa bagi negaranya. Akan terberikan berapa BINTANG kah untuk menghargainya?


seorang gadis muda, 19 tahun, baru menyelesaikan sekolah SMU. Belum pernah hidup jauh dari rumah. Sebenarnya dia termasuk murid yang pandai, namun mentalnya yang masih labil dan kehidupan yang tak stabil sebagai anak yatim piatu, tenggelam juga karena tuntutan kakak-kakaknya yang tak mampu menyekolahkannya lagi. Dia dengan TEKAD lemahnya memilih jalan BERJUANG sebagai TKW hanya karena melihat banyaknya PELUANG hidup yang MAPAN hanya dengan hitungan 2 - 3 tahun saja. Mengais puluhan bahkan ratusan juta dalam waktu singkat dan tanpa harus memerlukan keahlian lebih dibalik minimnya pendidikannya. Berangkat dan bekerja. Setahun dia jalani dengan tidak mudah. Nasib terombang ambing dalam pekerjaan dan pergaulan. Tanpa harus kuceritakan proses pergaulannya dengan TKW lainnya, diapun terjatuh pada kehidupan LESBIan. Segala tekanan keluarga, tuntutan diri yang tak terarah dan terbanting pada seribu kekecewaan hidup dan angan-angannya yang MELAYANG saja. Dia dengan keterbatasan pengalaman hidup dan keterbatasan mengolah EMOSI jiwa MUDAnya, berjalan dengan langkah yang tak lagi berada pada kebaikannya. Berdandan selayak seorang lelaki, dan memang pacarnya juga seorang gadis cantik TKW juga. Hanya satu pesan yang terUCAP padaku saat itu, dia akan kembali kejalan kebaikan setelah WAKTUnya tiba nanti. Entah waktu apa yang dia janjikan padaku. Dia hanya ingin menikmati HIDUPnya saat mudanya ini, itu katanya.......****


Seorang wanita cantik 39 tahun, bekerja di Taiwan hampir 9 tahun. Terlihat bergaya seolah tak tergambar kehidupan PAHIT sama sekali. Bercerita tentang kehidupannya yang sangat sengsara, bahkan bercerai dengan suaminya disaat dia dan anaknya kelaparan. Memutuskan pergi merantau demi pendidikan anaknya. Namun nyatanya kemudahan dan gemerlapan dunia luar negeri merubah segala kisah hidupnya dengan cepat. Dia adalah TKW yang beruntung, terlihat dari kesuksesannya mewujudkan hasil jerihnya dengan sebuah RUMAH megah seisinya, menikah dengan pria jejaka yang menyayanginya, menyekolahkan anaknya hingga kuliah, dan terpenuhi segala kebutuhannya tanpa INGAT bahwa dulu dia pernah menangis karena LAPAR. Kenyataannya dia di Taiwan selain bekerja namun juga tersangkut kehidupan BEBAS. Memiliki banyak pacar dan menikmati segala kemudahan pergaulan hitam di Taiwan. Dia sadar tentang ketidakbaikan ini. Menyadari segala keburukannya dibalik kemampuannya memberikan nafkah terbaik untuk keluarganya. Diapun juga sempat mengatakan sesuatu padaku bahwa Tuhan memberikan kehidupan yang sangat mudah dan nikmat untuk saat ini, jauh dari kesengsaraannya dahulu akan selalu dia nikmati meski dia sadar perilakunya tidak benar dan tidak peduli dengan keburukan-keburukan yang datang nantinya. Surga dunianya adalah pada saat itu juga, tanpa mau peduli dengan apapun azabnya.. Ya, itulah yang menjadi pilihan hidupnya, tidak ada yang mengetahui mengapa dia seperti itu, apa mungkin dia terlalu HAUS dan LAPAR oleh kebahagiaan ataukah memang dia tidak bisa mengendalikan DIRI untuk tetap berjalan pada KEBAIKAN.


ada pula TKW yang terhitung tua yang umurnya diatas 40 tahun. Aku contohkan sala satunya TKW yang telah bekerja di Brunei 9 tahun, akhirnya pulang menyaksikan anak semata wayangnya menikah. Dia pun memutuskan merantau ke Taiwan karena dinilai gajinya lebih BESAR. Selain itu tidak ada yang TAHU mengapa dia masih berjuang lagi, yang seharusnya dia menghabiskan masa tua bersama keluarganya. Dan sungguh tak mampu terjawab pula bahwa dia hanya memiliki satu anak perempuan yang tinggal dirumahnya bersama ayah dan menantunya. Gambaran tentang ibu TKW ini pasti banyak menjadi pemikiran tentang apa dan bagaimana seorang ibu berjuang demi semua keluarga. Entah sampai kapan, ketika beberapa orang lainnya mempunyai pendapat yang menyinggung perasaannya, bahwa seharusnya ibu itu jangan lagi bekerja sendiri karena ada suami dan menantu dirumahnya. Namun ibu itu hanya menjawab bahwa selama dia masih MAMPU dan SEHAT dia tidak akan merepotkan anggota keluarganya, meski secara PASTI dia direpotkan dan masih menanggung kehidupan keluarganya semua. Sekali lagi apakah seorang pahlawan keluarga itu akan terus menjadi PAHLAWAN hingga tak lagi dikenali RAGAnya ?? bagaimana dengan tanggung jawab keluarga lainnya, jika memang ini keinginan sang ibu, namun nyatanya jerihnya tetap dinikmati untuk kebutuhan mereka dirumah,.. dan seterusnya,.. dan seterusnya,..

 
bahkan mayoritas dari para TKW/TKI yang telah lama bekerja dibeberapa negara adalah mereka yang hanya mengenyam pendidikan tingkat SMP saja atau SMA. Begitu lulus SMP, mereka sudah bulat mental untuk merantau, meninggalkan segala masa remaja bahkan ABG-nya hanya untuk menunjang perekonomian keluarga. Seperti layaknya eksploirasi anak saja, bagaimana tidak meskipun tekad dan keputusan adalah dari mereka sendiri namun bagaimanapun juga proses sebelum berangkat harus mendapatkan persetujuan dari orang tuanya. Dan jika sang orang tua meng"iya"kan itu berarti sudah tidak ada alasan bagi kita melihat hal ini sebagai kewajaran. Coba anda pikirkan anak semuda itu dengan keterbatasan ilmu dan pengalaman bahkan masih sangat labil untuk sekedar bertanggung jawab terhadap kehidupannya, harus berada dan beradaptasi penuh di tempat yang jauh dari segala dukungan untuknya bahkan sangat dekat dengan kilauan pergaulan yang tak terkendali. Bertanggung jawab tanpa mengerti betul dampak positif dan negatif dari perjalanannya. Dan jika akhirnya yang kita jumpai dan ketahui adalah beberapa kejanggalan bahkan kemalangan nasib mereka yang justru lebih besar, maka siapakah yang akan bertanggung jawab terhadap mereka? Sekali lagi semua sudah menjadi sebuah TRADISI yang biasa terjadi pada masyarakat pedesaan dimana tingkat pendidikan mereka yang rendah tergambar dari POLA pikirnya yang pendek juga. Terlihat juga karena alasan kehidupan mereka yang bermasalah tinggi yang berpangkal dari perekonomian keluarga yang rendah dan sulitnya mendapat pekerjaan dengan lulusan hanya tingkat SMP atau SMA dengan gaji besar. Dan masih banyak hal lain yang melatarbelakangi keputusan mereka untuk berjuang di jalan ini, bahkan mungkin sebagai pelarian mereka dari segala masalah kehidupannya yang menjerat.

dan bahkan banyak juga para wanita yang tersia-siakan oleh keluarga atau suaminya, mengambil langkah ini sebagai keputusan terbaiknya dalam melangsungkan masa depan hidupnya. Toh, nyatanya mayoritas dari mereka akhirnya berhasil dan mampu membuktikan diri sebagai PAHLAWAN bagi diri dan keluarganya,..

kisah-kisah diatas hanya penggalan saja dan terlalu dangkal untuk divonis pada sebuah CERITA penuh, karena problematika lain muncul dan selalu ada pada kehidupan mereka. Saya garis bawahi pada TKW atau TKI yang bekerja di luar negeri yang sudah berumah tangga, saya mengamati banyak juga kehidupan mereka tidaklah berubah lebih baik atau bahkan menjadi buruk karena banyak faktor. Disini saya gambarkan beberapa faktor umum yang nyatanya banyak menjadi penyebab hancurnya pernikahan / keluarga mereka.

1) kebutuhan biologis yang tak tersalurkan.
Bagi pasangan suami-istri kebutuhan ini sudah merupakan hal yang penting. Ketika istri / suami merantau dalam waktu yang sangat lama, dan kepada siapa mereka menyalurkan kebutuhan biologisnya ini yang memang tidak mudah untuk teratasi begitu saja. Ketika istri merantau banyak para suami menikah lagi atau melakukan tindakan pelecehan seksual. Bahkan sang istri pun tak lekang dari seribu godaan di tempat ia bekerja, ada yang berselingkuh dengan majikannya sendiri, atau bahkan dengan pekerja lainnya. Semua tindakan-tindakan mereka pun berujung pada hancurnya pernikahan atau keluarga itu sendiri.

2) Kualitas anggota keluarganya yang tak terkendali.
Perubahan nyata terlihat karena kekosongan PERAN dalam keluarga. Misalnya salah satu bahkan kedua orang tua sama-sama merantau ke luar negeri, dan menyerahkan segala urusan keluarga terutama anaknya pada sanak saudara atau bahkan orang lainnya, justru berpengaruh besar terhadap seluruh perkembangan si anak, termasuk psikologi, mental dan pergaulannya. Selain itu, timbul permasalahan yang tertuju pada rasa "pemanfaatan" yang tidak berimbang, ketika anak dan sanak saudaranya yang hanya mengandalkan UANG dari keluarganya yang merantau, justru mereka tidak mampu mengatur segala kepentingan dengan baik, karena bagaimanapun juga tercukupinya segala kebutuhan itu tak akan terhingga pada kebaikan dalam terselesainya banyak hal. Anak yang ditinggalkan menjadi kurang kasih sayang dan perhatian. Saya mengamati ini karena sebagian murid saya adalah anak dari mereka yang orang tuanya bekerja sebagai TKI/TKW. Nyatanya tingkat kemapanan yang ada untuk mereka malah tidak mendukung sepenuhnya pada kualitas pribadi sang anak. Kualitas pendidikan si anak tidak berkembang baik karena tidak dibarengi dengan bimbingan, perhatian dan pengawasan orang tuanya. Mereka hanya mendapat fasilitas hidup dan pendidikan yang cukup, namun tidak mampu memanfaatkannya dengan baik bahkan terbawa kepada kehidupan yang bebas atau bahkan tak terkendali lagi. Sekali lagi UANG ternyata bukan penyelesaian masalah yang MUTLAK.

3) Adanya penyimpangan PERAN dan kesewenangan yang membelok dalam RT
Istri yang bekerja diluar negeri, membanting tulang dengan pengorbanan yang sangat tidak seimbang dibanding suaminya yang hanya dirumah dengan penghasilan yang sangat kecil atau bahkan pengangguran. Menjadikan sang istri mempunyai sifat LEBIH dan tidak menghargai suami sebagai kepala RT. Pandangan seperti ini bisa menjadi penyebab hancurnya RT karena tertuntutnya HAK dan KEWAJIBAN yang tak seimbang antara istri dan suami. Akhirnya banyak RT mereka berantakan dan berakhir pada perceraian karena ketidak terimaan atau keberatan peran yang tak lagi tergambar seimbang.

Penjabaran dari inti penyuluhan PAP (Pembekalan Akhir Pemberangkatan)
Penjabaran tentang beberapa hal yang perlu diperhatikan dan bahkan dipertimbangkan lagi bagi para TKW/TKI yang akan memutuskan untuk berangkat bekerja keluar negeri terutama bagi mereka yang sudah berstatus berkeluarga, ini sangat penting untuk dijadikan pemikiran lanjutnya. Terdapat beberapa RESIKO tentang keputusan meninggalkan keluarga bagi mereka yang sudah menikah. Penjelasan ini saya dapatkan pada waktu PAP ( Pembekalan Akhir Pemberangkatan) yang diselenggarakan di Kantor Imigrasi Wilayah DKI Jakarta, dimana waktu itu seorang penyuluh menjelaskan PANDANGAN tentang buruh migran yang sudah berkeluarga ternyata memiliki dampak negatif lebih besar dan bahkan jika kita meninjau lebih dalam dapat dijadikan koreksi (menilik sedikit dari hukum pernikahan dalam ajaran Islam) bahwa suami istri dalam kurun waktu 3 bulan tidak melaksanakan kewajibannya sebagai PASUTRI secara lahir dan batin, maka ini sama dengan telah jatuh TALAK dalam pernikahan. Dan segala fenomena buruk tentang kehancuran keluarga dari TKI/TKW yang terhitung semakin banyaknya perselingkuhan, penyimpangan hak dan kewajiban suami dan istri, problematika keluarga lainnya termasuk kegagalan dalam membimbing anggota keluarga.  Orang tua merantau untuk mencari nafkah demi memberikan fasilitas masa depan yang baik bagi keluarga dan anaknya, tapi nyatanya tidak semudah itu terjalani, karena keluarga dan anak mampu berkembang dengan BAIK bukan sekedar tercukupi kebutuhan  hidupnya semata, kasih sayang dan pendidikan serta bimbingan orang tua tidak ia dapatkan secara UTUH, sehingga ia cenderung berada pada aktivitas-aktivitas menyimpang dan tidak adanya kemandirian dalam tanggung jawabnya sebagai anak, bahkan berpikir bahwa orang tuanya MAMPU menyelesaikan segala kesulitannya hanya dengan UANG.



lalu siapakah yang disalahkan ketika fenomena buruk ini terjadi?? istri kah? suamikah? mengambil contoh: istri memutuskan bekerja keluar negeri karena tuntutan kebutuhan hidup yang serba kurang untuk keluarga. Dan ketika istri ngotot berangkat dan akhirnya terjadi segala kondisi buruk diatas, maka tidak juga harus langsung menyalahkan si istri karena yang mengijinkan istri merantau tetaplah melalui surat persetujuan dari suami. Dan semestinya istri tidak perlu bekerja keluar negeri untuk kebutuhan keluarganya karena bekerja memenuhi kebutuhan hidup itu adalah tanggung jawab penuh dari sang suami.

selamat bekerja untuk para PAHLAWAN DEVISA, PAHLAWAN KELUARGA serta PAHLAWAN KEHIDUPAN para TKI/TKW dimanapun berada

aku menemukan satu cerita kecil dan menyentuh tentang "anak" TKW yang merantau keluar negeri, ini adalah foto dari anak terlantar, tepatnya di pinggiran kota Bima (NTB)menurut kisahnya, banyak sekali anak-anak terlantar yang tak mengetahui dimanakah orang tua mereka sebenarnya. Dan terceritakan oleh seorang sahabat saya yang tinggal di kota tersebut bahwa sebagian dari anak-anak ini adalah anak dari para TKW yang ditinggalkan begitu saja, tidak mengetahui kabar orang tuanya.
sekali lagi fenomena buruk muncul, inilah kehidupan yang berjalan bersama kisah kompleknya. Bagaimanapun juga tak akan mampu terkupas penuh untuk sebuah ketidak baikan ini berpangkal. Semoga cukup untuk disini saja kisah-kisah tak terkenali baiknya ini muncul. Semoga TUHAN selalu memberi kita jalan KEBAIKAN dengan apapun PERAN yang akan terbebankan pada diri dalam kehidupan ini, Amin


(D.A.S)

KEKASIH, SAHABAT dan CINTA

Kekasih,.. Sahabat,.. & Cinta,..


Kekasih,.. Sahabat,.. & Cinta,..

diantara PERAN inilah kita berada, mengurai MAKNA atas dasar KEBAIKAN yang saling terberi.
Kita masuk dalam segala EMOSI menguasai, tak mampu meninggalkan karena nyatanya memang telah mampu memaksa kita untuk tinggal bersama dalam satu ATAP.
Kau mengerti tentang kebaikan dan keburukanku, akupun paham untuk keburukan dan kebaikanmu
selayak tangan, kaki, mata, telinga, lidah dan semua organ yang selalu saling PEKA untuk menjalankan PERANnya masing-masing. Semua mampu merasakan kebersamaan, menangkap kesakitan, kesalahan, kekecewaan, dan segala ke-AKU-an serta ke-KAMU-an yang telah terpatri dalam jatuh ikhlasmu dalam penerimaan diri.
pasang surut, datar, mengembang, mengempis atau bergelombang terbawa angin yang menghempaskan keKUATannya menuju SAMUDERA kehidupan. Tanpa disadari kita berada ditengah-tengah BADAI dalam senyuman yang berMAKNA lebih dari sekedar hitungan banyak,.

untuk Kekasih, Sahabat & Cinta,..

kau berikan dan pilihkan PERAN mana untukku - untukmu ???
hanya HATImu sendiri yang mampu kau MENGERTI,
meski nyatanya semua HARUS jatuh pada kekuatan TOLERANSI diri,
kau MEMBENCI, namun juga MENCINTAI,.
kau MEMAKI, namun juga MEMUJI,.
kau MENGHILANG, namun juga MERINDUKAN,.

sekali lagi,..
kau tak mampu berbohong padaku,
sekian kali,..
kau tak akan mampu bersembunyi diantara sikap anehmu,
karena kau dan aku bukanlah orang lainnya,
karena kau dan aku bukanlah tak mengenal lainnya,
EMOSI itu hidup,
RASA itu BERADA dan menJIWA,
seperti halnya kau menyayangi diri sendiri,
seperti halnya kau menganggap diri sendiri,
dan KAU memilihkanku menjadi BAGIAN yang terPERANkan penting atas dirimu,
apa itu belum CUKUP untuk terdalamkan lagi ?
untuk diMENGERTI lagi ?

kaupun LELAH dengan kehadiran PERANmu dan PERANku,
mendengarkan keluhan tanpa henti saat ku panik,
kau yang pertama terpilih untuk ikut menopang EMOSIku,
aku pun tak berpikir tentang emosimu diluar senyum menghiburku,
aku melupakan keterbatasanmu pada lelahmu sendiri,
bahwa kaupun juga PANTAS untuk membebankan kepalamu dihadapanku,
namun kadang kau hanya mengalirkan air mata saat ku tak ada,
kau perlihatkan tentang ketangguhanmu didepanku saja,
apakah aku EGOIS ? atau kau yang terlalu merasa MAMPU untuk terlihat KUAT ?

mampu memberi tanpa diMINTA terlebih dahulu,.
semua karena KETULUSAN rasa dalam KEJUJURAN diri dan laku,
meski ada HATI disini, meski ada RASA disini, yang tak kan mampu kau ungkap meski kau berusaha mengungkapnya,..
simpanlah sebagai HARGA dari kebersamaan ini,
untuk sebuah RASA sejati yang terberi,.. untuk kekasih, sahabat dan cinta

Penghargaan tertinggiku untuk para sahabat-sahabatku,..
terima kasih yang tak pernah berujung oleh segala kebesaran anugerah-Nya yang telah mempertemukan kita
Alhamdulillah,.. 

(D.A.S)