tentang CINTA dan kedamaian

keJATUHan ini sampai nanti terekam dalam sebuah RASA yang mustahil musnah, karena secara kebetulan jalan pun tak semudah dalam RASA, jika nyaman dengan keinginan HATI maka apakah tidak BOLEH mempertahankan ini untuk mendamaikan PERANG antara HATI dan LOGIKA,
tentang CITA dan CINTA yang tak selalu beriringan, jatuh pada pilihan SULIT ditempuh,
semoga ia selalu KUAT pada BAHAGIAnya,.
(tulisan diatas adalah isi status facebook-ku yang mengawali terbongkar dan terbacanya RASA ini)

tentang CINTA yang terbalas,.
aku tak mengerti tentang RASA ini,
atau RASA lah yang tak MENGERTI tentang ini,
aku bahagia untuk hatiku saja,
tapi terlarang untuk menuju pada ungkapan sebenarnya,

akan ada CINTA yang tertinggal disini,
cinta yang terBALAS bersama PERBEDAAN nyata,
dan tak akan pernah SAMA meski berada diujung sang kala,
karena ia hanya mampu bersarang di 2 HATInya saja,

apa seperti inikah yang ternama sebagai CINTA itu sendiri ?
yang tumbuh dari kebaikan keputusan HATI semata dan bukan dari kenyataan lainnya,

untuk sebuah CINTA yang terbentuk dan terbalas,..
biarlah ia TERBANG seperti ELANG,
mengikuti arah kemana warna ABU-ABU tebal itu ber-arak pergi,
berIRINGAN jauh bersama awan tinggi berjalan RINGAN,
dan angin pun akan mengalihkannya menuju ke suatu TEMPAT,
ia akan berhenti pada sebuah MUSIM,

ya ! ia jatuh bersama HUJAN itu sendiri,
air SUCInya mampu memberi keIKHLASan manfaat bagi kekeringan BUMI,
terserap akar-akar pepohonan untuk mendarmakan TUGAS mulianya,
akan terMINUM ribuan mahluk hidup lainnya,

hujan jatuh untuk memberi arti KEHIDUPAN yang tumbuh,
Lihatlah ! bunga itu MEKAR dengan indahnya,
Lihatlah ! burung itu bernyanyi dengan merdunya,
MEREKA mengucapkan "terima kasih" pada CINTA yang terberi,
dan aku MENGERTI dari proses ini,

ELANG dan sang HUJAN akan beriringan kembali,
mengepakkan SAYAPnya menjauh,
terbang dan berCENGKRAMA di balik awan KELABU,
melanjutkan PERJALANAN terbaiknya,

aku lambaikan tanganku untuk sebuah HARAPAN tinggi,
seperti MIMPI yang ia bisikan sebelum pergi,
ia ingin menemukan KEDAMAIAN jiwanya,
yang akan menemaninya bernyanyi di alam SURGAnya,

ya ! dia terbang dengan SAYAP kembangnya,
dan aku hanya menatapnya bersama tangan yang aku sentuhkan tepat dijantungku sendiri,
aku tidak akan membisikkan sesuatu dengan mulutku,
namun cukup dengan merasakan detak jantungku saja,
kurasakan masih bergetar gelisah,
seperti ingin melayang bersama sang ELANG,
aku mendekapnya dan kupejamkan matanya,
kuterjemahkan kata-kata halusnya,
"relakan dia bersama KEDAMAIAN impiannya,
yakinlah dia BAHAGIA bersama HATImu disini,
dia akan berDAMAI bersama mimpi dan CINTAnya"

CINTA itu tersenyum untukku, meski segala harus bersemi dan berakhir pada perbedaan itu sendiri,
bukan kesedihan yang tumbuh disini, tapi sebuah kasih sayang yang meLAGUkan nyanyian kedamaiannya,
aku bahagia memiliki hatimu, dan aku sangat damai mempunyai kebaikanmu,
cinta tidak harus memiliki, tapi aku memilikinya,
aku memilikinya bersama hati dan kebahagiaan RASA,
itu akan abadi bersamaku dan bersamamu,
sampai jumpa, mungkin TAKDIR lain akan mempertemukan kita pada CINTA terbalas diantara perSAMAan nyata lainnya,.
aku menyayangimu,..

(tulisan ini aku kisah nyatakan untuk sebuah CINTA yang harus mengalah pada perbedaan keyakinan itu sendiri, semoga kita mampu mengerti tentang segala perbedaan nyata yang telah SANGGUP menumbuhkan cinta ini diantara lekang waktu-Nya)


teruntukkan seseorang ber-ELANG bagiku
satu pesan INDAHnya yang selalu akan kuabadikan disini,
"Maaf untuk setiap salahku & Terimakasih untuk segala kebaikan yang tlah terberikan"
"I realize love's just ain't enough"
[Petrus Canisius Eka Widia Nugraha]
(Ophet)
 


lagu ini yang mampu melantunkan segalanya,..

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar